Senin, 13 Juni 2016

ECO GREEN CITY PADA TAMAN KOTA DI KOTA MALANG

MAKALAH
ECO GREEN CITY PADA TAMAN KOTA DI KOTA MALANG
Sebagai tugas untuk memenuhi mata kuliah ekologi


DISUSUN OLEH :

1.      PRAMAYSHELLA ARINDA PUTRI (155100901111023)
2.      IFFAH FITHRIYYAH                          (155100901111039)


JURUSAN KETEKNIKAN PERTANIAN
PROGAM STUDI TEKNIK LINGKUNGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2016






BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

        Populasi manusia di dunia semakin meningkat. Meningkatnya populasi tersebut juga harus diimbangi dengan meluaskan wilayah untuk tempat berlangsungnya kehidupan. Karena dibutuhakan tempat yang lebih luas untuk menampung atau melengkapi aktivitas maupaun kehidupan manusia maka akan berdampak pada wilayah atau lahan kosong. Wilayah atau lahan kosong tersebut dibuat bangunan oleh manusia. Misalnya pabrik, tempat makan, restoran, mini market, jalan raya dan lain-lain. Kebutuhan akan transportasi juga akan meningkat drastis.

        Bila semua wilayah atau lahan kosong di bumi dibuat untuk pembangunan yang menunjang ktivitas manusia maka lapisan ozon akan rusak. Karena semua wilayah atau lahan kosong dibuat pembangunan. Kurangnya wilayah atau lahan untuk daerah hijau akan menyebabkan polusi semakin meningkat. Wilayah atau lahan kosong tersebut boleh dibuat pembangunan untuk menunjang aktivitas manusia, asalkan ada daerah yang dibuat daerah penghijauan.

        Daerah penghijauan sangat dibutuhkan untuk keberlangsungan kehidupan manusia di bumi. Maka perlu diadakannya konsep eco green city pada setiap kota di bumi ini. Tujuannya diperlukan konsep eco green city ini juga akan berdampak baik bagi keberlangsungan kehidupan manusia di bumi. Bisa untuk mengurangi polusi yang semakin meningkat setiap hari bahkan setiap tahunnya. Semua Negara di dunia mulai membuat atau merancang Negara mereka agar memiliki konsep eco green city pada daerah Negara mereka.

1.2  Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan urban ecology?
2.      Apa yang dimaksud dengan taman kota?
3.      Bagaimana konsep eco green city yang sebenarnya?
4.      Bagaimana konsep eco green city yang ada di kota Malang?

1.3  Tujuan
1.      Untuk mengetahui yang dimaksud urban ecology
2.      Untuk mengetahui yang dimaksud taman kota
3.      Untuk mengetahui konsep eco green city yang sebenarnya
4.      Untuk mengetahui konsep eco green city yang ada di kota Malang



BAB II
PEMBAHASAN


2.1  Pengertian Urban
Kawasan perkotaan (Urban) adalah wilayah yang mempunyai kegiatan utama bukan pertanian dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman perkotaan, pemusatan dan distribusi pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial, dan kegiatan ekonomi. (Wikipedia)
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata urban memiliki dua arti yaitu:
1.      Berkenaan dengan kota, bersifat kekotaan
2.      Orang yang berpindah dari desa ke kota


2.2  Pengertian Taman Kota

Taman kota merupakan ruang didalam kota yang ditata untuk menciptakan  keindahan, kenyamanan, keamanan, dan kesehatan bagi penggunanya. Taman  kota  dilengkapi dengan beberapa fasilitas untuk kebutuhan masyarakat kota  sebagai tempat rekreasi. Selain itu, taman kota difungsikan sebagai paru-paru  kota, pengendali iklim mikro, konservasi tanah dan air, dan habitat berbagai  flora dan  fauna. Apabila terjadi suatu bencana, maka taman kota dapat  difungsikan sebagai  tempat posko pengungsian. Pepohonan yang ada dalam  taman kota dapat memberikan manfaat keindahan, penangkal angin, dan  penyaring cahaya matahari.  Taman kota berperan sebagai sarana  pengembangan budaya kota, pendidikan, dan pusat kegiatan kemasyarakatan.  Pembangunan taman dibeberapa lokasi akan menciptakan kondisi kota yang  indah, sejuk, dan nyaman serta menunjukkan citra kota yang baik. Taman kota mempunyai fungsi yang banyak (multi fungsi) baik berkaitan dengan fungsi hidroorologis, ekologi, kesehatan, estetika dan rekreasi.



 1.  Taman Kota adalah Lahan Terbuka.
            Taman perkotaan yang merupakan lahan terbuka hijau, dapat berperan dalam membantu fungsi hidroorologi dalam hal penyerapan air dan mereduksi potensi banjir. Pepohonan melalui perakarannya yang dalam mampu meresapkan air ke dalam tanah, sehingga pasokan air dalam tanah (Water Saving) semakin meningkat dan jumlah aliran limpasan air juga berkurang yang akan mengurangi terjadinya banjir. Diperkirakan untuk setiap hektar ruang terbuka hijau, mampu menyimpan 900 m3 air tanah per tahun. Sehingga kekeringan sumur penduduk di musim kemarau dapat diatasi. Sekarang sedang digalakan pembuatan biopori di samping untuk dapat meningkatkan air hujan yang dapat tersimpan dalam tanah, juga akan memperbaiki kesuburan tanah. Pembuatan biopori sangat sederhana dengan mengebor tanah sedalam satu meter yang kemudian dimasuki dengan sampah, maka di samping akan meningkatkan air tersimpan juga akan meningkatkan jumlah cacing tanah dalam lubangan tadi yang akan ikut andil menyuburkan tanah.

2.      Taman Kota Memiliki Fungsi Kesehatan.
          Taman kota mempunyai fungsi kesehatan. Taman yang penuh dengan pohon sebagai jantungnya paru-paru kota merupakan produsen oksigen yang belum tergantikan fungsinya. Peran pepohonan yang tidak dapat digantikan yang lain adalah berkaitan dengan penyediaan oksigen bagi kehidupan manusia. Setiap satu hektar ruang terbuka hijau diperkirakan mampu menghasilkan 0,6 ton oksigen guna dikonsumsi 1.500 penduduk perhari, membuat dapat bernafas dengan lega.
3.      Taman Kota Memiliki Fungsi Ekologis
          Taman kota mempunyai fungsi ekologis, yaitu sebagai penjaga kualitas lingkungan kota. Bahkan rindangnya taman dengan banyak buah dan biji-bijian merupakan habitat yang baik bagi burung-burung untuk tinggal, sehingga dapat mengundang burung-burung untuk berkembang. Kicauan burung dipagi dan sore akan terdengar lagi. Terkait dengan fungsi ekologis taman kota dapat berfungsi sebagai filter berbagai gas pencemar dan debu, pengikat karbon, pengatur iklim mikro.
          Pepohonan yang rimbun, dan rindang, yang terus-menerus menyerap dan mengolah gas karbondioksida (CO2), sulfur oksida (SO2), ozon (O3), nitrogendioksida (NO2), karbon monoksida (CO), dan timbal (Pb) yang merupakan 80 persen pencemar udara kota, menjadi oksigen segar yang siap dihirup warga setiap saat. Kita sadari pentingnya tanaman dan hutan sebagai paru-paru kota yang diharapkan dapat membantu menyaring dan menjerap polutan di udara, sehingga program penghijauan harus mulai digalakkan kembali. Tanaman mampu menyerap CO2 hasil pernapasan, yang nantinya dari hasil metabolisme oleh tanaman akan mengelurakan O2 yang kita gunakan untuk bernafas. Setiap jam, satu hektar daun-daun hijau dapat menyerap delapan kilogram CO2 yang setara dengan CO2 yang diembuskan oleh napas manusia sekitar 200 orang dalam waktu yang sama. Dengan tereduksinya polutan di udara maka masyarakat kota akan terhindar dari resiko yang berupa kemandulan, infeksi saluran pernapasan atas, stres, mual, muntah, pusing, kematian janin, keterbelakangan mental anak- anak, dan kanker kulit. Kota sehat, warga pun sehat.

4.      Taman Kota Memiliki tempat untuk berolah raga  dan nilai – nilai edukatif
          Taman dapat juga sebagai tempat berolah raga dan rekreasi yang mempunyai nilai sosial, ekonomi, dan edukatif. Tersedianya lahan yang teduh sejuk dan nyaman, mendorong warga kota dapat memanfaatkan sebagai sarana berjalan kaki setiap pagi, olah raga dan bermain, dalam lingkungan kota yang benar-benar asri, sejuk, dan segar sehingga dapat menghilangkan rasa capek. Taman kota yang rindang mampu mengurangi suhu lima sampai delapan derajat Celsius, sehingga terasa sejuk.
          Tidak berlebih jika dikatakan sebagai Kampus Hijau. Sayangnya pepohonan berbuah seperti sawo manilo walaupun banyak namun masih kecil, sehingga belum mengundang burung tinggal di kampus. Kondisi yang ramai ini mengundang banyak asongan untuk menjajankan makanannya, namun tentunya harus diatur dan ditertibkan.

5.      Taman Kota Memiliki Nilai Estetika          
          Dengan terpeliharanya dan tertatanya taman kota dengan baik akan meningkatkan kebersihan dan keindahan lingkungan, sehingga akan memiliki nilai estetika. Taman kota yang indah, dapat juga digunakan warga setempat untuk memperoleh sarana rekreasi dan tempat anak-anak bermain dan belajar. Bahkan taman kota indah dapat mempunyai daya tarik dan nilai jual bagi pengunjung. Solo merupakan kota budaya yang memiliki daya tarik peninggalan budaya seperti kraton kasunanan dan kraton mangkunegaran (Ade Suryansyah, 2012).

2.3  Pengertian Eco Green City
Green City (Kota Hijau) adalah konsep pembangunan kota berkelanjutan dan ramah lingkungan yang dicapai dengan strategi pembangunan seimbang antara pertumbuhan ekonomi, kehidupan sosial dan perlindungan lingkungan sehingga kota menjadi tempat yang layak huni tidak hanya bagi generasi sekarang, namun juga generasi berikutnya.
Green City bertujuan untuk menghasilkan sebuah pembangunan kota yang berkelanjutan dengan mengurangi dampak negatif pembangunan terhadap lingkungan dengan kombinasi strategi tata ruang, strategi infrastruktur dan strategi pembangunan sosial.
Green City terdiri dari delapan elemen, yaitu :

1. Green Planning and Design (Perencanaan dan Rancangan Hijau)
              Perencanaan dan Rancangan Hijau adalah perencanaan tata ruang yang berprinsip pada konsep pembangunan kota berkelanjutan. Green City menuntut perencanaan tata guna lahan dan tata bangunan yang ramah lingkungan serta penciptaan tata ruang yang atraktif dan estetik.
2. Green Open Space (Ruang Terbuka Hijau)
              Ruang Terbuka Hijau adalah salah satu elemen terpenting kota hijau. Ruang terbuka hijau berguna dalam mengurangi polusi, menambah estetika kota, serta menciptakan iklim mikro yang nyaman. Hal ini dapat diciptakan dengan perluasan lahan taman, koridor hijau dan lain-lain.
Beberapa fungsi dasar RTH secara umum adalah sebagai berikut :
o    Fungsi bio-ekologis
o    Fungsi sosial, ekonomi serta budaya
o    Fungsi estetis RTH
Berikut ini merupakan tipologi RTH di perkotaan :
Gambar 1.2 Tipologi Ruang Terbuka Hijau di Perkotaan (Dokumen P2KH, 2012)
3. Green Waste (Pengelolaan Sampah Hijau)
              Green Waste adalah pengelolaan sampah hijau yang berprinsip pada reduce (pengurangan), reuse (penggunaan ulang) dan recycle (daur ulang). Selain itu, pengelolaan sampah hijau juga harus didukung oleh teknologi pengolahan dan pembuangan sampah yang ramah lingkungan.
4. Green Transportation (Transportasi Hijau)
              Green Transportation adalah transportasi umum hijau yang fokus pada pembangunan transportasi massal yang berkualitas. Green Transportation bertujuan untuk meningkatkan penggunaan transportasi massal, mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, penciptaan infrastruktur jalan yang mendukung perkembangan transportasi massal, mengurangi emisi kendaraan, serta menciptakan ruang jalan yang ramah bagi pejalan kaki dan pengguna sepeda.
5. Green Water (Manajemen Air yang Hijau)
              Konsep Green Water bertujuan untuk penggunaan air yang hemat serta penciptaan air yang berkualitas. Dengan teknologi yang maju, konsep ini bisa diperluas hingga penggunaan hemat blue water (air baku/ air segar), penyediaan air siap minum, penggunaan ulang dan pengolahan grey water (air yang telah digunakan), serta penjagaan kualitas green water (air yang tersimpan di dalam tanah).
6. Green Energy (Energi Hijau)
              Green Energy adalah strategi kota hijau yang fokus pada pengurangan penggunaan energi melalui penghemetan penggunaan serta peningkatan penggunaan energi terbaharukan, seperti listrik tenaga surya, listrik tenaga angin, listrik dari emisi methana TPA dan lain-lain.
7. Green Building (Bangunan Hijau)
              Green Building adalah struktur dan rancangan bangunan yang ramah lingkungan dan pembangunannya bersifat efisien, baik dalam rancangan, konstruksi, perawatan, renovasi bahkan dalam perubuhan. Green Building harus bersifat ekonomis, tepat guna, tahan lama, serta nyaman. Green Building dirancang untuk mengurangi dampak negatif bangunan terhadap kesehatan manusia dan lingkungan dengan penggunaan energi, air, dan lain-lain yang efisien, menjaga kesehatan penghuni serta mampu mengurangi sampah, polusi dan kerusakan lingkungan.
8. Green Community (Komunitas Hijau)
              Green Community adalah strategi pelibatan berbagai stakeholder dari kalangan pemerintah, kalangan bisnis dan kalangan masyarakat dalam pembangunan kota hijau. Green Community bertujuan untuk menciptakan partisipasi nyata stakeholder dalam pembangunan kota hijau dan membangun masyarakat yang memiliki karakter dan kebiasaan yang ramah lingkungan, termasuk dalam kebiasaan membuang sampah dan partisipasi aktif masyarakat dalam program-program kota hijau (BAPPEDA Banda Aceh, 2014).

2.4 Konsep Eco Green City
Konsep Green City merupakan frase yang sering digunakan dalam mengangkat  isu ekologis ke dalam konsep perencanaan kota yang berkelanjutan dan perwujudan Green City merupakan tantangan ke depan dalam pembangunan perekonomian yang berkelanjutan. Beberapa aspek krusial yang harus dipertimbangkan dalam menyusun kebijakan dan strategi pembangunan perkotaan, antara lain : harus dapat menyelesaikan permasalahan urbanisasi dan kemiskinan di kawasan pedesaan, kewajiban kota untuk menyediakan ruang terbuka hijau (RTH) minimal 30% dari luas wilayahnya, pengutamaan aspek perubahan iklim dalam kebijakan pembangunan, serta mengutamakan mitigasi dan risiko bencana.
Menurut Prof. Joerg Rekittke dari National University Singapore dalam paparannya menjelaskan menjelaskan tentang konsep green city yang cukup menarik dan “Out the Box” dalam perencanaan landscape, yakni mengenai konsep “Urban Jungle”. Konsep ini, merupakan perencanaan ruang terbuka hijau kota dengan tipologi hutan tropis yang memiliki multiple layer vegetation.
Ruang terbuka hijau dalam konsep green city mencakup empat hal :
1.     Taman berskala bertetanggaan (Neighbourhood Park)
2.     Taman lingkungan (Community Park)
3.     Taman kota (City Park)
4.     Taman umum (Public Park)
Taman-taman ini merupakan tempat interaksi antarwarga lingkungan. Untuk itu perlu membuka akses terhadap taman-taman tersebut, mengingat taman-taman kota yang ada skarang sulit diakses, karena lalu lintas disekitar taman yang padat dan kebanyakan merupakan taman pasif.
Dengan konsep Green City krisis perkotaan dapat kita hindari, sebagaimana yang terjadi di kota-kota besar dan metropolitan yang telah mengalami obesitas perkotaan, apabila kita mampu menangani perkembangan kota-kota kecil dan menengah secara baik, antara lain dengan penyediaan ruang terbuka hijau, pengembangan jalur sepeda dan pedestrian, pengembangan kota kompak, dan pengendalian penjalaran kawasan pinggiran.
Terdapat beberapa pendekatan Green City yang dapat diterapkan dalam manajemen pengembangan kota:
o    Pertama adalah Smart Green City Planning. Pendekatan ini terdiri atas 5 konsep utama yaitu:
1. Konsep kawasan berkeseimbangan ekologis yang bisa dilakukan dengan upaya penyeimbangan air, CO2, dan energi.
2. Konsep desa ekologis yang terdiri atas penentuan letak kawasan, arsitektur, dan transportasi dengan contoh penerapan antara lain: kesesuaian dengan topografi, koridor angin, sirkulasi air untuk mengontrol klimat mikro, efisiensi bahan bakar, serta transportasi umum.
3. Ketiga, konsep kawasan perumahan berkoridor angin (Wind Corridor Housing Complex), dengan strategi pengurangan dampak pemanasan. Caranya, dengan pembangunan ruang terbuka hijau, pengontrolan sirkulasi udara, serta menciptakan kota hijau.
4. Keempat, konsep kawasan pensirkulasian air (Water Circulating Complex). Strategi yang dilakukan adalah daur ulang air hujan untuk menjadi air baku.
5. Kelima, konsep taman tadah hujan (Rain Garden).
o    Pendekatan kedua adalah Konsep CPULS (Continous Productive Urban Landscapes). Konsep penghijauan kota ini merupakan pengembangan landscape yang menerus dalam hubungan urban dan rural serta merupakan landscape productive.
o    Pendekatan terakhir adalah Integrated Tropical City. Konsep ini cocok untuk kota yang memiliki iklim tropis seperti Indonesia. Konsep intinya adalah memiliki perhatian khusus pada aspek iklim, seperti perlindungan terhadap cuaca, penghutanan kota dengan memperbanyak vegetasi untuk mengurangi Urban Heat Island. Bukan hal yang tidak mungkin apabila Indonesia menerapkannya seperti kota-kota berkonsep khusus lainnya (Abu Dhabi dengan Urban Utopia nya atau Tianjin dengan Eco City nya), mengingat Indonesia yang beriklim tropis.
Gambar 2.4 Konsep Integrasi Kota Tropis
Kelebihan dari konsep Green City adalah dapat memenuhi kebutuhan keberadaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di suatu kawasan, sehingga dapat mengurangi bahkan memecahkan masalah lingkungan, bencana alam, polusi udara rendah, bebas banjir, rendah kebisingan dan permasalahan lingkugan lainnya.
Namun disamping kelebihannya, konsep ini memiliki kelemahan juga. Penerapannya pada masing-masing kawasan tidak dapat disamaratakan karena tiap-tiap daerah memerlukan kajian tersendiri. Setidaknya harus diketahui tentang karakteristik lokal, iklim makro, dan sebagainya. Misalnya, daerah pegunungan RTH difungsikan untuk menahan longsor dan erosi, di pantai untuk menghindari gelombang pasang, tsunami, di kota besar untuk menekan polusi udara, serta di perumahan, difungsikan meredam kebisingan. Jadi RTH di masing-masing kota memiliki fungsi ekologis yang berbeda. Disamping itu, penerapannya saat ini kebanyakan pelaksanaan penghijauannya tidak terkonseptual, sehingga menimbulkan citra penghijauan asal jadi tanpa melihat siapa yang dapat mengambil manfaat positif dari penghijauan (Agwin Dwi, 2016).

2.5 Konsep Eco Green City Di Kota Malang
            Telah kita ketahui bahwasanya kota Malang ini merupakan tempat yang ramai dan termasuk kota pendidikan serta kota wisata dimana terdapat banyak lembaga pendidikan didalamnya dan tempat wisata di dalamnya. Pada pembahasan kali ini akan dibahas mengenai beberapa taman kota yang terdapat d Malang yang menjadi contoh dari konsep Eco Green City nya kota malang sebagai Urban City. Pengamatan yang dilakukan pada hari jumat tanggal 27 mei 2016 pada pukul 11.30 dilakukan dengan menyusuri taman kota yang ada di malang. Kota malang yang kita telusuri yaitu tata kota kota malang berupa jumlah taman yang dibuat, letak taman yang dibuat dan seberapa besar wilayah yang di gunakan dalam pembuatan taman tersebut.
              Penelusuran taman yang kita lakukan dalam pengamatan ini bertujuan ingin mengetahui  seberapa besar persentase  wilayah dikota malang yang dibuat untuk lahan perhijauan. Dari apa yang kita amati dari setiap penelusuran di kota malang. Pembuatan taman hijau sudah dilakukan dengan cukup baik. Misalnya di setiap ruas jalan yang berada di tengah-tengah ruas sudah adanya tanaman. Beberapa wilayah sudah dibuat lahan penghijauan walaupun tidak terlalu rimbun pohon-pohonnya.
              Taman – taman yang dituju untuk pengamatan yaitu taman yang ada di jalan ijen, taman yang ada di alun-alun malang, taman yang ada dibalai kota malang dan sepanjang jalan yang ada di kota malang. Seperti pada gambar di bawah ini:











                          


BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
              Taman kota memiliki berbagai   Green City (Kota Hijau) adalah konsep pembangunan kota berkelanjutan dan ramah lingkungan yang dicapai dengan strategi pembangunan seimbang antara pertumbuhan ekonomi, kehidupan sosial dan perlindungan lingkungan sehingga kota menjadi tempat yang layak huni tidak hanya bagi generasi sekarang, namun juga generasi berikutnya. Fungsi taman kota sebagai lahan terbuka, memiliki fungsi kesehatan, ekologis, nilai estetika. Dan sebagai tempat olahraga dan nilai – nilai edukatif. Konsep green city digunakan untuk perencanaan kota yang berkelanjutan dan perwujudan green city.

3.2 Saran
              Tata ruang kota yang ada di kota malang, sebaiknya ditingkatkan lagi perbaikannya. Agar kota Malang tidak di penuhi pembangunan rumah untuk para mahasiswa. Memperbanyak membuat tanaman atau lahan penghijauan. Kurangnya pohon-pohon yang ada di jalanan untuk membuat kadar oksigen bertambah.









DAFTAR PUSTAKA

Putranto, Agwin Dwi . 2016.  Green City . http://agwindputranto.blogspot.co.id/2016/01/green-city.html.
 Suryansyah, Ade . 2012 . Fungsi Taman Kota . http://geografiupi2010.blogspot.co.id/2012/10/fungsi-taman-kota.html


Rabu, 29 Juli 2015

Ada bocoran sedikit tugas ospek 2015 !!!


Tugas online:
1. Visi-misi UB (sistem blank word)
2. Filosofi lambang UB
3. Denah UB
4. Struktur rektorat
5. Essay Tridharma
6. UKM yang ada di UB
7. SWOT diri max 250 kata
8. Abstrak entrepreneur 250 kata
Tugas offline:
Ditulis dilembar folio
Halaman 1. ditulis secara formal, background bebas, ukuran 4x6 .
Halaman 2. Essay dengan judul aku, fakultasku untuk indonesia dan dunia
Halaman 3. Essay disertai langkah konkret
Halaman 4. Indonesia's social culture for AEC
cover kertas karton dilapisi warna biru, tengah logo ub, dan ada identitas (keterangan) lengkapnya pesen di kita yaa
Hal. 1 Lagu mars UB
Hal. 2 Hymne UB
Hal. 3 Totalitas perjuangan
Hal. 4 Buruh tani
Hal. 5 Darah juang
Hal. 6 Bergerak
Hal. 7 Naskah deklarasi HAM
Nb : Untuk barang bawaan akan dipermudah dari tahun sebelumnya!!!




" entah lah, bocoran ini bener apa adanya atau tidak. saya hanya berbagi aja. mungkin bisa di buat imajinasi sesaat dulu yeee.. :D :D "

Minggu, 13 Oktober 2013

Bagian – bagian mikroskop beserta fungsi/keterangannya



     

1.     Lensa  okuler: lensa tempat subjek mengamati objek(preparat),  berfungsi memperbesar  objek yang di amati, mempunyai dua atau tiga macam perbesarab,misalnya 5x dan 10x
2.    Lensa objektif : lensa yang terletak di atas objek (preparat) yang di amati, berfungsi memperbesar objek yang di amati, biasanya ada macam perbesaran,misalnya 4x, 10x, 40x, atau 10x, 40x, 100x.
3.   Tabung mikroskop:  merupakan bagian mikroskop yang menghubungkan lensa okuler dan lensa objektif, tempat revolver berada, dapat dinaikan atau diturunkandengan makrometer atau mikrometer untuk mencari fokus.
4.  Revolver: merupakan tempat lensa objektif yang dapat di putar sesuai dengan perbesaran lensa objektif yang di inginkan .
5.   Meja objek (meja preparat): merupakan bagian mikroskop yang berfungsi untuk meletakkan objek (preparat) yang akan di amati, bagian tengah meja objek ini berlubang, berfungsi sebagai tempat masuknya cahaya yang di pantulkan cermin.
6.   Penjepit objek(preparat): berfungsi untuk menjepit objek(preparat) agar stabil(tidak bergeser)
7.   Diafragma: berfungsi mengatur  jumlah cahaya yang diperlukan dalam pengamatan.
8.   Kondensor: merupakan lensa tambahan yang berfungsi mengatur intensitas cahaya yang masuk kedalam mikroskop  .
9.   Makrometer: merupakan pemutar kasaryang berfungsi untuk mencari fokus secara cepat.
10.           Mikrometer: merupakan pemutar halus yang berfungsi  Mempertajam objek pengamatan setelah fokus ditemukan dengan makrometer.
11. Lengan mikroskop: merupakan bagian mikroskop yang berfungsi menompang tabung mikroskop
12.            Cermin: berfungsi memantulkan cahaya kedalam lubang diafragmadan lubang di tengah-tengah meja preparat.
13.           Kaki mikroskop: berfungsi menjaga agar mikroskopdapat berdiri mantappada meja yang datar.